Benarkah 2023 akan terjadi resesi ekonomi?

Gambar Resesi Ekonomi Gambar Resesi Ekonomi

Resesi Ekonomi? Apa Bedanya dengan Depresi Ekonomi?

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa adanya ancaman resesi ekonomi di tingkat global. International Money Fund terus menyatakan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2023. Januari 2022, pertumbuhan ekonomi dinyatakan akan ada di angka 3,8 persen. Namun sekarang dinyatakan akan ada di angka 2,7 persen. "Tahun ini sulit dan tahun depan akan gelap." Berikut keterangan yang disampaikan Jokowi.

Penyebab adanya resesi ekonomi ini tidak lain merupakan pengaruh dari perang Rusia dan Ukraina selain membahayakan keamanan internasional. SBY menambahkan, dunia akan semakin rumit apabila konflik-konflik antar negara seperti China dan Taiwan.

Terdapat beberapa indikator kunci bahwa negara mengalami resesi yaitu :

  • Hilangnya lapangan pekerjaan bagi banyak orang
  • Hilang / berkurangnya nilai jualan bagi para bisnis baik mikro maupun makro.

Depresi Ekonomi, ancaman yang lebih besar

Depresi Ekonomi adalah suati keadaan dimana negara memiliki PDB yang minus selama 4 bulan terus menerus. Namun ada beberapa pakar seperti Chatib yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak akan masuk ke dalam jurang Depresi Ekonomi tersebut dikarenakan fundamental Indonesia sangat kuat.